Penemuan Goa Belanda berusia Ratusan Tahun di Klaten

Desa Klaten -Informasi Tentang Kabupaten Klaten, Aqua Klaten – Danone Klaten PT. Tirta Investama Pabrik Aqua Klaten

Informasi seputar Klaten, Aqua Klaten, Meliputi Pertanian, Perairan, Wisata, Kerajinan dan Aqua Klaten serta Kegiatan PT. Tirta Investama Pabrik Aqua Klaten

Desa KlatenDesa Wisata di KlatenWisata di KlatenWisata Klaten

Penemuan Goa Belanda berusia Ratusan Tahun di Klaten

Klaten rupanya masih menyimpan banyak cerita, belum habis cerita tentang kisah sukses umbul ponggok, umbul manten dan umbul Brintik yang terkenal untuk pengobatan rendam air pasca stroke, kini muncul penemuan Goa peninggalan Belanda yang usainya diperkirakan Ratusan tahun.

Tepatnya di Dukuh Cokro Kembang, Desa Daleman,Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, salah seorang yang bernama Danang Hari Budiantoro (53) tak sengaja pada 25 November 2019 silam menemukan sebuah pintu goa yang berada didekat rumahnya dan pintu goa ini tepat berada di pinggir sungai Pusur Dukuh Cokro Kembang.

Seperti kutipan pembicaraan penemu goa Belanda ini dengan solotrust.com “Setelah melihat adanya gua, saya bersama warga lainnya lalu mencoba untuk membukanya. Namun, kita rundingkan dulu, dikawatirkan ada apa-apa. Sebab gua ini nampak kotor dan serem ditambah diatas gua ini rumah warga,” katanya.

Baca Juga:   Tempat Wisata yang Instagramable di Klaten - Umbul Siblarak

Dia menceritakan, gua ini mulai didengar warga lainya, karena tersebar di media social (medsos) setelah warga di Cokro Kembang berhasil mengeruk lumpur juga tanah di dalam gua secara gotong royong.

“Kami bersama warga lainnya mencoba membersihkan ke dalam dengan alat seadanya. Namun, sebelumnya, kami bersama teman-teman dengan peralatan lengkap, seperti golok, senter, gas, pewangi serta menyewa tiga pawang ular masuk ke dalam. Tidak ada ular, cuman kelelawar banyak,” ujar dia.

Dia mengatakan, bahwa di Dukuh Cokro Kembang dulunya ada sebuah pabrik gula yang dikuasai oleh kolonial Belanda. Kemungkinan besar ini bunker karena bila dilihat dari bentuk guanya tersusun bangunan bata merah napak kokoh.

Baca Juga:   Taman Kehati Lestarikan Spesies Merapi

“Dengan gua ini, kami juga sudah melaporkan ke pemerintah desa serta Pemkab Klaten melalui Kecamatan Tulung. Dari pihak kecamatan juga sudah mengunjungi dan melakukan pengecekan lokasi,” katanya.

Hari menjelaskan, perkiraan terowongan cukup panjang, mungkin bisa mencapai 800 meter, hanya saja yang bisa dibuka baru sekitar 90 meter. Ketebalan dinding terowongan sendiri diperkirakan 1 meter, langit-langit dan dinding samping juga sekitar 1 meter.

“Gua ini bercabang, belak belok setelah beberapa meter. Ya, diharapkan gua ini nantinya menjadi destinasi wisata baru di Dukuh Cokro Kembang sehingga nantinya dapat menambah perekonomian warga disini,” ujarnya

About Author

DesaKlaten.com adalah sebuah blog sederhana yang berisi informasi dari berbagai media online yang kami sajikan kembali dengan tujuan untuk mengingatkan kembali akan harmonisasi sebuah desa yang penuh dengan Anugerah Tuhan YME.