PT Tirta Investama (TI) Klaten menggelar Focus Group Discussion (FGD) multi-stakeholder di Desa Ponggok Kecamatan Polanharjo Klaten, Jumat (25/7/2025).
Diskusi dalam rangka membangun program pemberdayaan disabilitas di wilayah Kecamatan Polanharjo kali ini dihadiri Camat Polanharjo Muh Prihadi, kepala desa se-Kecamatan Polanharjo atau yang mewakili, relawan, Puskesmas Polanharjo, Inklusi Center Bhakti Negeri Karanganom dan Manager Corporate Social Responsibility (CSR) PT TI, Rama Zakaria.
Ditemui usai acara, Rama Zakaria menyampaikan selama ini layanan terhadap warga disabilitas tersebar. Harapannya, ke depan bisa satu titik yang strategis di masyarakat. “Jadi semacam layanan bersama. Tadi Pak camat menyampaikan ada beberapa alternatif lokasi,” katanya.
Rama menambahkan, yang penting besar atau kecilnya angka disabilitas adalah bagaimana agar ada wadah buat keluarga penyandang disabilitas untuk berani membawa anak diterapi.
UNTUK EDUKASI
Yang dibutuhkan, ujar dia, upaya bersama untuk mengedukasi. Peran keluarga dan orang tua juga sangat penting.
Camat Polanharjo, Muh Prihadi, mengakui selama ini pelayanan terhadap penyandang disabilitas menyebar. Melalui FGD diharapkan layanan disabilitas ke depan bisa terpusat di satu lokasi. “Yang jelas sekarang ini pelayanan di aula PKK Polanharjo,” ujarnya.
Mantan Camat Cawas itu ingin membangun komitmen bersama dengan stakeholder terkait seperti pemerintah, dunia usaha dan forum relawan disabilitas untuk sepaham komitmen bersama agar bisa bersinergi dan bekerja sama memberikan pelayanan terbaik kepada penyandang disabilitas di Kecamatan Polanharjo.
Ditanya jumlah penyandang disabilitas di wilayah Kecamatan Polanharjo, Muh Prihadi menjawab cukup banyak karena hampir semua desa ada.
BIDANG KESEHATAN
“Kecamatan Polanharjo ada 18 desa. Di Desa Sidowayah ada layanan disabilitas dari anak-anak hingga dewasa, Desa Kranggan ada ODGJ dan Desa Keprabon juga ada,” terangnya.
Sementara itu, Sri Mulyo dari Inklusi Center Bhakti Negeri Karanganom mengatakan pihaknya mendorong Pemerintah Kecamatan Polanharjo lebih serius dalam pelayanan dan perlindungan terhadap penyandang disabilitas terutama bidang kesehatan.
“Kami berharap nanti semua usia disabilitas baik balita dan remaja bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, minimal cek kesehatan atau didorong tumbuh semangat dan juga keluarganya,” katanya.
Pihaknya sudah hampir tiga tahun memberikan pelayanan tapi masih menggunakan tempat sementara. Dia mendukung adanya center pelayanan yang bisa menaungi wilayah Kecamatan Polanharjo.

