Tangkarkan Benih Padi, Pria Asal Kajen Klaten Raup Omzet Rp1 M/Tahun

Desa Klaten -Informasi Tentang Kabupaten Klaten, Aqua Klaten – Danone Klaten PT. Tirta Investama Pabrik Aqua Klaten

Informasi seputar Klaten, Aqua Klaten, Meliputi Pertanian, Perairan, Wisata, Kerajinan dan Aqua Klaten serta Kegiatan PT. Tirta Investama Pabrik Aqua Klaten

Desa KlatenKlatenPertanianPertanian Klaten

Tangkarkan Benih Padi, Pria Asal Kajen Klaten Raup Omzet Rp1 M/Tahun

Petani Klaten

Suwono, 70, warga Dukuh Topeng, Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Klaten, menjadi salah satu penangkar benih padi di Kabupaten Klaten. Dari usaha yang sudah dia geluti sejak 15 tahun lalu, omzet yang diperoleh Suwono mencapai Rp1 miliar per tahun.

Suwono menjadi penangkar benih sejak 2006 lalu. Awalnya, Suwono dibimbing dari PT Sang Hyang Seri. “Kemudian saya melanjutkan itu dan pada 2006 saya resmi mendapatkan izin dari balai benih,” kata Suwono saat ditemui di aula kantor Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Rabu (20/10/2021).

Suwono kini mengembangkan penangkaran benih di lahan seluas 2 hektare (ha), lahan yang dia sewa serta lahan pribadi. Dari luasan lahan penangkaran itu, Suwono bisa memproduksi benih padi berbagai varietas mencapai 50 ton per tahun. Dalam setahun, omzet yang dia peroleh bisa mencapai Rp1 miliar dengan pendapatan bersih sekitar Rp500 juta.

Baca Juga:   AQUA Sumbang 68 Kambing Kurban dan Jambanisasi

Benih padi hasil penangkaran Suwono dibantu delapan pekerja selama ini dipasarkan ke wilayah Jawa Barat seperti di Subang dan Jawa Timur seperti di Ponorogo. Hingga kini, Suwono mengaku masih kewalahan untuk memenuhi permintaan.

“Sampai saat ini masih kurang-kurang terus terutama yang ke Jawa Barat karena permintaan tinggi,” kata pria tiga anak tersebut.

Suwono justru tak memasarkan benih padi hasil penangkarannya yang diberi merek Tani Mulyo ke wilayah Klaten. Alasannya, benih padi yang dia tangkarkan biasanya sudah habis terjual ketika petani di Klaten baru mulai memasuki musim tanam.

Suwono sudah menggeluti pertanian sejak 1973. Sebelum aktif menjadi petani, pria lulusan Geografi IKIP YP (sekarang bernama Unwidha Klaten) itu bekerja sebagai teknisi pusat pembangkit tenaga listrik Pabrik Gula (PG) Ceper selama 25 tahun.

Bagi Suwono yang sudah menjadi ahli benih, menangkarkan benih tak susah. Dia sudah mengetahui alur proses hingga bisa mendapatkan label dari balai benih.

Baca Juga:   Hidup Terisolasi, Warga Girpasang Tetap Merasa Nyaman

Penerus

Di Klaten, Suwono mengatakan banyak penangkar benih yang jumlahnya mencapai puluhan. Hanya, ada yang tak lagi aktif lantaran tak ada penerus. “Kalau saya sudah ada penerus [menjadi penangkar benih] anak menantu saya,” jelas Suwono yang juga anggota Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Klaten tersebut.

Suwono mengakui dari hasil menjadi penangkar benih dia bisa membiayai ketiga anaknya hingga menempuh jenjang pendidikan tinggi dan kini sudah bekerja serta berkeluarga. Dia pun mengakui pendapatan yang diperoleh dari penangkaran benih bisa dimanfaatkan untuk membeli tanah di beberapa daerah seperti Tangerang dan Kalimantan.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KTNA Klaten, Maryanto, mengatakan KTNA bakal melakukan pembinaan kepada petani untuk pengembangan usaha penangkaran benih padi. Suwono bakal digandeng untuk mengajari proses menjadi penangkar hingga bisa mendapatkan izin serta label dari balai benih.

https://www.solopos.com/tangkarkan-benih-padi-pria-asal-kajen-klaten-raup-omzet-rp1-m-tahun-1177443?utm_source=terkini_desktop

About Author

DesaKlaten.com adalah sebuah blog sederhana yang berisi informasi dari berbagai media online yang kami sajikan kembali dengan tujuan untuk mengingatkan kembali akan harmonisasi sebuah desa yang penuh dengan Anugerah Tuhan YME.