Unik! Tanpa Tembok Masjid di Klaten Ini Berkonsep Joglo, Ini Filosofinya

Desa Klaten -Informasi Tentang Kabupaten Klaten, Aqua Klaten – Danone Klaten PT. Tirta Investama Pabrik Aqua Klaten

Informasi seputar Klaten, Aqua Klaten, Meliputi Pertanian, Perairan, Wisata, Kerajinan dan Aqua Klaten serta Kegiatan PT. Tirta Investama Pabrik Aqua Klaten

Desa Klaten

Unik! Tanpa Tembok Masjid di Klaten Ini Berkonsep Joglo, Ini Filosofinya

Masjid Joglo Klaten

Unik! Tanpa Tembok Masjid di Klaten Ini Berkonsep Joglo, Ini Filosofinya

Masjid Joglo Baitul Makmur yang berada di Jl Penggung-Jatinom KM 2, Klaten memang tampak tidak seperti masjid pada umumnya. Dengan gaya arsitektur jawa masjid tersebut terlihat unik dan njawani.

Masjid yang berada di Tegalsari, Kunden, Karanganom ini sengaja dibiarkan terbuka alias tanpa tembok. Maka terkesan seperti rumah jawa pada umumnya.

Dilansir dari Solopos.com, Salah satu pengurus sekaligus Bendahara Masjid Joglo Baitul Makmur, Salimin alias Salim, 49, mengatakan masjid di atas lahan seluas 1.030 meter persegi tersebut merupakan hasil wakaf dari seorang pensiunan di desanya, H. Karyawan Hari Soesetyo.

Masjid Joglo Baitul Makmur selesai dibangun sekitar enam tahun lalu. Selain berdesain joglo yang didominasi dari kayu jati, masjid tersebut berkonsep terbuka

Bangunan masjid itu berbeda dengan masjid pada umumnya di Tanah Air karena tak ada tembok sama sekali.

“Bangunan masjid ini yang mendesain dan membangun Pak Karyawan Hari Soesetyo sendiri [sudah diwakafkan, 1 Mei 2020]. Bagi saya pribadi, salat di sini sangat bermakna. Di sini orang bisa melihat kanan-kiri karena tak ada tembok. Pengendara kendaraan yang lalu lalang di jalan juga bisa dilihat. Salat di sini seperti diuji. Kalau tauhidnya bagus, tentu tak akan tolah-toleh. Salatnya tetap khusyuk dan tak peduli siapa pun yang lewat,” kata Salim, saat ditemui wartawan di Masjid Joglo Baitul Makmur Karanganom, Jumat (16/4/2021).

Baca Juga:   Asal-Usul Desa Kajen Klaten, Ada Kaitannya Dengan Haji

Salim mengatakan saking terbukanya, suasana di masjid terasa adem dan segar. Selama Ramadhan, kegiatan memakmurkan masjid tetap berjalan. Hal itu seperti salat wajib lima waktu, Salat Tarawih, tadarusan, dan pengajian setelah Salat Subuh.

“Selain digunakan ibadah, masjid ini juga pernah digunakan prewedding. Dipilih sebagai tempat prewedding mungkin karena desainnya yang unik, njawani. Selama pandemi Covid-19 sudah ada dua pasangan yang memilih prewedding di sini,” katanya.

Pengunjung Masjid

Salah satu pengunjung yang kebetulan Salat Jumat di Masjid Joglo Baitul Makmur, Klaten, Heru Harjanto, 40, mengaku sering mampir untuk beribadah salat wajib di masjid tersebut. Selain lokasinya merupakan jalur menuju tempatnya bekerja di kawasan Jatinom, konsep joglo selalu menarik perhatiannya.

Baca Juga:   Sentra Kerajinan Klaten

“Nuansa Jawanya sangat kental di sini. Ini unik. Suasananya nyaman, aman, dan enak,” kata warga Kecamatan Wonosari itu.

Masjid Joglo Baitul Makmur masih mampu menampung jemaah hingga ratusan orang saat Salat Jumat di tengah pandemi Covid-19. Bangunan ini memiliki tempat parkir yang luas. Bangunan masjid didominasi kayu jati. Di kompleks masjid dilengkapi tempat berwudu, toilet, dan lainnya.

Di masjid tersebut terdapat informasi juga terkait pernyataan wakaf oleh H., Karyawan Hari Soesetyo, 1 Mei 2020. Di antara pernyataannya, yakni yang bersangkutan telah mewakafkan 1.030 meter persegi berikut bangunannya, masjid boleh digunakan dari kalangan mana saja, dan pembangunan masjid sudah selesai (tidak diperkenankan menambah bangunan dalam bentuk apa pun di area masjid).

Bangunan masjid dinilai juga penuh dengan filosofi. Hal itu termasuk luas bangunan masjid 17 meter X 17 meter dengan dilengkapi 17 tiang lampu. Angka 17 merujuk ke total rekaat salat wajib yang harus ditunaikan seorang muslim dalam sehari.

Sumber: https://surakarta.suara.com/read/2021/04/17/105000/unik-tanpa-tembok-masjid-di-klaten-ini-berkonsep-joglo-ini-filosofinya?page=1

About Author

DesaKlaten.com adalah sebuah blog sederhana yang berisi informasi dari berbagai media online yang kami sajikan kembali dengan tujuan untuk mengingatkan kembali akan harmonisasi sebuah desa yang penuh dengan Anugerah Tuhan YME.